Wajah _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:59 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenSetenang air di kolam
Begitu wajahmu
Gelora hati di dalam
Tiada yang tahu
Sentiasa terukir senyum di bibir
Lindungi perasaan
Di balik gurauan
Namun dari riak mata
Kudapat membaca
Ada garis keresahan
Jiwa antara kita
Dalam gelak dan tawa hati terluka
Di dalam keriuhan
Engkau kesepian
( korus )
Seperti engkau jua
Kukenal erti duka
Peritnya keyakinan dipersiakan
Seperti kau alami
Kutahu erti sepi
Mengharung kepahitan ini
Ohh sendiri
Setenang-tenang wajahmu
Tidak setenangmu
Tidak berdaya kau lindungi
Kehampaan ini
Dalam senyum tawaku mereka tahu
Diriku kecundang dalam percintaan
( ulang korus )
Untuk Apa _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:54 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenTinggalkan daku… dari sisimu
Dan menyingkap di saat kerinduan
Betapa jauh kumemandang
Betapa singkatnya masa
Untukku… ceritakan semua
Di suatu masa… kita bercinta
Dan mencurahkan… segala-galanya
Kita sama-sama… meredahi sukar
Sampai masa semua bertukar
Untuk apa lagi… untuk apa sayang
Untuk apa kau cari cinta yang telah hilang
Biarkan saja bertukar ganti
Biarkan saja bertukar rindu
Mengapa aku yang disalahkan
Tanpa menyedarinya kesilapan dirimu
Kenapa sengketa yang kau cari
Sedangkan masih ada kenangan bersama
Syurga Di Telapak Kaki Ibu _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:52 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komen( 1 )
Duhai apakah gerangan budi balasan
Bagi insan melahirkan, membesarkan
Bercucuran airmata bila mengenangkan
Betapakah besar budi ibunda berikan
Siang malam menderita
Hingga entah bila
Sungguh besar pengorbanan
Ibunda berikan
( ulang 1 )
( 2 )
Tiada bahagia jika tiada
Doa puja restu
Syurga itu telapak kaki ibu
( ulang 1 )
( ulang 2 )
Selanjur Bercinta _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:49 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenMasih tiada ikatan
Walau telah lama berpasangan
Hanya bahasa meyakinkan
Hubungan kita
Dengan suara yang syahdu
Dapat kau lukis hatiku
Keindahan mimpi-mimpimu
Apakan benar cinta berbunga
Harum di dalam jambangan jiwa
Sehingga ku asyik terlena
Olehnya…
Rindu berlarutan
Mimpi berpanjangan
Namun belum ada kenyataan
Mahligai masih lagi
Terapung di awangan
Dalam madah seloka cinta
Berapa lama lagi
Perlu aku nanti
Rindu ini mencecah ke bumi
Segala janji kan menjadi nyata
Dan bertapak mahligai bahagia
Bukan aku memaksa
Tapi selanjur bercinta
Biar sampai berumahtangga…
Biar kita beralas adat
Demi menjaga bangsa berdaulat
Agar kita dapat syafa’at
Di akhirat
Rela _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:46 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenAndai kau tidak terburu
Memberi kata putus meninggalkan diriku
Pasti tidakkan begini
Berakhirnya cinta kukuh di hati
Terpisah jauh ku masih sayangi
Sesungguhnya ia kan terjadi
Air mata yang kau titis
Tak bisa merubah takdir tertulis
Sapu sayangku
Pipimu yang basah itu
Aku usah dirindui
Dirimu kini milik kasihmu
Segala yang berlaku relakan ia berlalu
Tak mungkin bertemu
Titik kasih yang dahulu
Aku rela terima apa terjadi
Walau di dalam hati
Ku menginginkan kau kembali
Andaikan dulu
Engkau menuggu
Ku yakin tidak begini
Akhirnya kasih
Pulanglah _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:44 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komen( …Sayang
Di hari yang mulia ini
Ku pohon keampunan
Hanya satu yang ku pinta
Pulanglah… )
Termenung ku sendiri
Memendam rindu tidak menentu
Kasih suci murni yang kita bina
Hapus hancur oleh kata fitnah
Di pagi hari raya
Hati sayu mengenang dirimu
Mudahnya kau menggantikan diriku
Seolah cintaku tak berharga
( korus )
Apakah suratan
Aidilfitri satu titik akhir
Sekian lama bercinta
Kau tiada di hari mulia
Keampunan ku pohon
Sekiranya aku yang berdosa
Pulanglah ku merindui mu sayang
Ku menanti dengan hati rela ( jiwa raga )
( ulang dari korus )
Pulanglah kepangkuan ku oh… sayang
Ku menunggu mu di hari raya
Panggilan Rindu _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:42 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenKenapa
Mataku tak terpejam
Walau pun malam telah berakhir
Menunggu panggilan rindumu
Merdu suaramu
Menikam kalbu
Sampai bila aku harus menanti
Dalam rindu yang dalam
Tak bertepi
Adakah titik cahaya
Di hati
Menerangi jalan hidupku nanti
Waktu pun telah berlalu
Aku tiba
Ke penghujung hidupku
Namun duka yang
Ku tanggung ini
Masih juga ia di situ
Merenung Bulan _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:37 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenTerleka aku melihat kemesraan
Mereka berpasang-pasangan
Bersenda keriangan
Bertanya aku pada diri sendiri
Mengapa kutersisih
Diulit mimpi sedih
Haruskah aku membandingkan
Nasib diri dan tuah orang
Haruskah aku melupakan
Segala kurniaan
Entah mengapa mataku ini
Halaman orang nampak berseri
Laman sendiri berwarna warni
Tak bererti
Terlalu asyik memandang bintang
Merenung bulan tinggi di awan
Bumi dipijak
Rumput yang hijau kulupakan
Entah mengapa sering terlupa
Rahmat yang tiba berbeza-beza
Untuk semua kurniaan Nya tak terhinggga
Janganlah asyik memandang bintang
Merenung bulan tinggi di awan
Bumi dipijak rumput yang hijau
Dilupakan
Kemaafan Dendam Yang Terindah _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:31 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenKehangatan mentari ku rasakan
Tak sehangat api perbalahan
Ku ketuk pintu hati
Senyap dan sunyi
Tiada jawapan yang ku perolehi
Dinginnya malam itu bagai salju
Tidak sedingin perasaanmu
Kau sengaja membina dinding pemisah
Di antara kita tak lagi bersemuka
( korus 1 )
Kekasih ku… ku rasakan perlu
Menitip surat buat tatapan mu
Sekali ini aku rela merendah diri beralah
Agar perhubungan terjalin semula
( korus 2 )
Kekasih ku… tak mungkin ku tahu
Apa tersirat di hati kecil mu
Andainya aku yang bersalah
Maafkan saja…
Kemaafan dendam yang terindah…
Kehangatan mentari dingin salju
Bertukar ganti hari ke hari
Aku masih di sini
Sabar menanti
Terbuka kembali hatimu yang terkunci…
( ulang korus 1, 2 )
Kemaafan… kemaafan dendam yang terindah…
Kau Sahabat, Kekasih Dan Teman _ Aishah
Julai 29, 2009 at 9:26 am | Dikirim dalam Aishah | Tinggalkan komenKu harapkan sinar purnama hingga ke siang
Ku harapkan mimpi-mimpi bukan khayalan
Telah aku jelajahi seluruh benua
Mencari pengertian hidup yang sementara
Manusia beraneka ragam dan rupa
Ada yang jujur dan ramai berpura-pura
Ku sangka dalam ilmu dan pengetahuan ku
Tapi ada waktu ku terkeliru
Ku dambakan bukan sekadar yang dinamakan
Kekasih yang menemani ke sana sini
Ku dambakan sahabat dan teman setia
Rela bersama suka dan duka
Jadilah kau sahabat ku, kekasih dan teman
Hanya itu yang ku harapkan
Dalam susah dalam senang kita seiringan
Semoga ikatan berkekalan
Blog di WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entri-entri dan komen feeds.